Selamat datang di BigCendol ya :)

Selamat datang dan selamat membaca :)
Showing posts with label Wawasan. Show all posts
Showing posts with label Wawasan. Show all posts

Modifikasi Bagian Tubuh Ini Bisa Memberikan Indra Keenam

1. Implan RFID
RFID adalah kepanjangan dari radio-frequency indentification implants. Sifatnya seperti sidik jari atau password yang jauh lebih aman yang memungkinkan seseorang mengakses kepemilikan kendaraan atau penggunaan benda berharga lainnya.

Pada sebuah konferensi hacker di Washington tahun lalu, salah seorang ahli teknologi memperkenalkan implan ini. Dengan memasang chip kecil di masing-masing telapak tangan, identitas pengguna akan mudah terdeteksi melalui mesin pemindai.



2. Jari magnet
Pernah berpikir ingin mengambil peniti hanya dengan menjulurkan jari telunjuk? Anda sebenarnya bisa melakukannya jika mau melakukan modifikasi jari magnet.

Prosesnya adalah meletakkan magnet neodymium di ujung jari. Meskipun sifat magnetnya tidak begitu kuat, setidaknya ada indra elektrik yang tetap mampu menarik benda-benda kecil, contohnya tadi peniti. Merasa seperti Magneto bukan?


3. Pelacak bahaya
Anda bisa merasa benar-benar menyadari kehadiran orang lain jika mengenakan setelan sensor dari Laboratorium Visualisasi Elektronik di University of Illinois, Chicago, ini. Penggunaan detak ultrasonik untuk mendeteksi rangsangan hingga 60 meter mampu membuat Anda menyadari kehadiran seseorang atau benda sekaligus kecepatannya.

Dalam sebuah uji klinis, pelaku modifikasi tubuh pelacak bahaya mampu mendeteksi kehadiran orang lain yang berjalan hingga keinginan memukulnya. Padahal mata pelaku ditutup dan tidak mampu melihat apa-apa.



4. Pendengar warna
Neil Harbisson, pendiri Cyborg Foundation, yang buta warna menemukan solusi untuk mengatasi kondisinya. Adalah antena pendengar warna yang bisa membuat warna dikonversi ke nada tinggi atau rendah dan memungkinkan Harbisson menikmati warna melalui suara.

Dalam sebuah wawancara, Harbisson bahkan mengatakan bahwa melakukan modifikasi pendengar warna membuatnya merasa pergi ke konser saat berkunjung ke galeri seni.

 

5. Sabuk kompas
Sabuk kompas, alat yang diciptakan oleh para ahli dari Jerman ini dipenuhi dengan panel bergetar. Uniknya, sabuk tersebut hanya bergetar ketika panel menunjukkan arah utara pada waktu tertentu.

Dalam sebuah percobaan pada tahun 2004, pengguna sabuk kompas selama enam minggu membuat mereka memiliki kemampuan yang lebih baik soal menentukan arah. Sayang ketika sabuk dilepas, pengguna merasa sesak, bingung, dan mudah tersesat seolah kehilangan indra keenamnya.


sumber |  http://www.merdeka.com/gaya/5-modifikasi-tubuh-yang-bisa-memberi-indra-keenam/sabuk-kompas.html

Ternyata Menangis Melegakan Hati Yang Galau

http://bigcendol.blogspot.com/2013/08/ternyata-menangis-melegakan-hati-yang.html

Terhadap menangis, mungkin kita tidak merasa adanya keunikan apa pun. Kita kerap menangis, bahkan hampir setiap hari melihat air mata di wajah orang lain.

Pada tahun 80-an abad lalu, Universitas Minnesota, AS, telah mengadakan sebuah penelitian terhadap 300 lebih laki-laki dan perempuan sebagai obyeknya.

Dari hasilnya didapati, wanita rata-rata menangis 5 kali setiap bulan, sedangkan laki-laki sekali dalam 4 pekan. Hal pertama yang dilakukan bayi ketika lahir adalah menangis keras, mengumumkan kepada semua orang : “Aku datang!”

Tangisan manusia


Mengapa tangis itu begitu unik, bukan karena suara raungan tangis, tapi karena air mata yang penuh dengan perasaan. Binatang juga bisa meraung, mengerang dan meringkik, namun, tidak akan bergejolak dan meneteskan air mata, meski pun dengan binatang cerdik yang paling dekat hubungannya dengan kita sekali pun.

Air mata membawa pergi kerisauan


Mengapa setelah sebagian besar orang menangis meraung, perasaan akan terasa lega ? ilmuwan mendapati, bahwa saat menangis, air mata yang menetes dapat membersihkan hormon lebih dalam tubuh, dan justru karena hormon-hormon inilah yang membuat kita galau.

Akar dari perilaku yang rumit umumnya sangat sederhana, begitulah kalau menangis. Sama seperti binatang lainya, saat manusia baru hadir di dunia, akan meratap untuk menyatakan kesedihannya.

Setelah dewasa, dimana secara tak terhindarkan tangisan kita akan bercampur dan meresap kedalam faktor perasaan, dan informasi yang dibawa tangisan, tidak sedemikian sederhana lagi hanya pada gangguan di tubuh (sakit) atau kebutuhan fisiologis.

Perubahan ini bukan berarti mekanisme fisiologi tidak lagi efektif, tapi, karena tangis sudah mempunyai hubungan yang semakin dalam dengan fungsi otak dan perasaan yang semakin subtil, dan fungsinya semakin penting. Bagi sekitar orang yang menangis, arti dari air mata adalah perasaan yang kuat dan real.

Air mata terbagi 3 jenis 

Sepanjang hayat manusia biasanya akan meneteskan 3 jenis air mata. Air mata yang paling fundamental akan terjadi ketika setiap kali mengedipkan mata, ia membasahi bola mata kita.

Jenis air mata kedua adalah air kata pemantulan, ketika mata kita mengalami luka, atau terkontak gas yang merangsang mata, maka mata kita akan meneteskan air mata demikian. Ketiga, air mata perasaan, yaitu air mata yang menetes saat kita menangis.

Kedua jenis air mata yang pertama tersebut di atas memiliki komposis kimia yang sama, namun, komposisi kimia pada air mata yang bergejolak (perasaan) tidak sama, setelah menganalisa komposisi-komposisi ini, kita akan dapat mengetahui efek air mata.

Ahli biokimia dari Universitas Minnesota William Ferea mendapati, dalam air mata yang bersifat perasaan, jenis protein lebih besar 20%-25% dibanding air mata pemantulan, apalagi kadar kalium adalah 4 kali lipatnya dari yang disebut terakhir di atas, dan kekentalan mangan lebih tinggi 30 kali lipat dibanding serum. Air mata ini juga banyak mengandung hormon, seperti misalnya hormon kulit adrenal. (Tom.tek)

Bola Mata Bisa Terlepas Saat Bersin!


Para ahli telah membantah anggapan bahwa bola mata bisa lepas jika saat bersin seseorang tidak menutup matanya. Meski demikian, lepasnya bola mata saat bersin benar-benar pernah terjadi. Tentunya bukan lantaran tidak menutup mata.

Kasus tahun 1882 tersebut dikisahkan oleh Dr Rachel Vreeman, salah satu penulis 'Don’t Swallow Your Gum! Myths, Half-Truths, and Outright Lies About Your Body and Health' di New York Times. Seorang perempuan bersin, lalu matanya lepas atau dalam istilah medis disebut eyeball subluxing.

Menurut cerita yang dipublikasikan pada 30 April 1882 tersebut, si perempuan tengah mengendarai mobil di jalan raya saat mendadak ingin bersin. Begitu tidak tertahan, ia bersin dan terlepas lah salah satu bola mata disertai nyeri luar biasa.

Dr Vreeman mengakui, tidak ada bukti di dunia kedokteran bahwa kasus tersebut pernah terulang di kehidupan moderen. Pernah dijumpai pada pasien muntah parah, itu pun karena pasien mangalami gangguan otot mata yang melemah karena kondisi tertentu.

Menariknya, para ahli menilai lepasnya bola mata pada kasus tersebut tidak ada hubungannya dengan menutup atau tidaknya kelopak mata saat bersin. Sebagaimana dalam mitos, jika orang tidak menutup kelopak mata saat bersin maka bola matanya bisa lepas.

"Tidak acara ceritanya menutut mapa bisa mencegah bola mata lepas. Sepertinya ototnya (kelopak mata) tidak cukup kuat," kata Dr Robert Naclerio, seorang profesor bedah otolaryngology di University of Chicagi Medicine

Maksudnya, otot kelopak mata tidak cukup kuat jika dibandingkan dengan tekanan dari dalam tubuh saat bersin. Kalaupun mata akan lepas dan meloncat keluar, otot kelopak mata tidak akan sanggup menahannya.

Meski begitu, lepasnya bola mata hingga meloncat saat bersin dinilai tetap tidak mungkin terjadi sebegitu mudahnya. Meski kelopak mata tidak akan kuat menahan, di dalam masih ada 6 otot ekstra-okular yang cukup kuat untuk menahan bola mata.

Lalu mengapa saat bersin kelopak mata harus menutup? Dr Bert Moritz dari Mayo Clinic mengatakan, gerakan tersebut tidak ada hubungannya dengan peristiwa lepasnya bola mata saat bersin.

"Itu adalah refleks yang tidak dikehendaki. Saat otak mengirim sinyal (untuk bersin) ke otot, salah satunya berisi pesan untuk menutup mata. Ini sama seperti refleks tendon yang dalam," jelas Dr Moritz.

Cukup tahu saja, tidak perlu mencoba bersin tanpa menutup mata karena memang susah dilakukan.

Sumber