Selamat datang di BigCendol ya :)

Selamat datang dan selamat membaca :)
Showing posts with label Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Penyakit. Show all posts

Ilmuwan Israel, Jamur Membantu Sembuhkan Kanker

jamur
Ilmuwan Israel telah menemukan bahwa beberapa jenis jamur yang tumbuh di hutan lokal, memiliki sifat obat. Penelitian yang dipimpin oleh ahli mikrobiologi dan dokter Solomon Wasser adalah seorang ilmuan biologi. Ilmuan ini pernah menulis sebuah buku tentang jamur beracun yang dapat di makan.

40 tahun yang lalu, para ilmuwan tertarik untuk jamur dan sifat menguntungkan dari jamur. Selama ini, mereka menghabiskan sekitar 400 penelitian yang diterbitkan sekitar 10.000 karya, serta hampir 1.000 paten terdaftar. Dan Salomo Wasser - salah satu tokoh paling berpengaruh yang mempelajari tren ini.

Dalam percobaan pada tikus laboratorium ilmuwan menunjukkan bahwa zat aktif yang dapat diperoleh dari beberapa jenis jamur dengan air panas konvensional memiliki sifat terapeutik mengejutkan dan membantu dalam pengobatan sarkoma atau membunuh sel-sel kanker. Bahkan dari beberapa jamur dapat digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Para ahli  mengatakan jamur tidak seperti obat kemoterapi dan radioterapi, memiliki sedikit efek samping. Dalam kasus ini, penghancuran kanker berjalan paralel dengan penguatan kekebalan.

Sarkoma jaringan lunak adalah tumor ganas yang berasal dari jaringan mesenchym yang terdapat pada kerangka tubuh, kepala, leher dan ekstremitas kecuali tulang dan tulang rawan.

Makanan-Makanan Pemicu Kanker

Setiap tahun, 12 juta orang di dunia menderita kanker dan 7,6 juta di antaranya meninggal dunia. Di Indonesia revalensi tumor/kanker adalah 4,3 per 1000 penduduk. Kanker menjadi penyebab kematian ketujuh di Indonesia.

Yang lebih memprihatinkan, angka penderita kanker meningkat seiring perubahan gaya hidup di negara-negara berkembang salah satunya di negara kita tercinta ini gan. Menurut Sumber yang ane dapat dari natural News pemicunya adalah 10 makanan berikut ini.

1. Makanan Rekayasa Genetik

Makanan rekayasa genetik

Makanan rekayasa genetik (genetically-modified organisms, GMO) dan zat kimia yang digunakan untuk memproduksinya terbukti mempercepat pertumbuhan tumor. Anda bisa menghindarinya dengan menyantap makanan bersertifikat organik, non-GMO, dan produk pangan lokal yang dihasilkan secara alami.

2. Daging Olahan

Daging olahan

Kebanyakan daging olahan seperti sosis dan kornet mengandung pengawet kimiawi yang membuatnya tampak segar dan menarik, namun memicu kanker. Sodium nitrit dan sodium nitrat berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker usus besar dan jenis kanker lain secara signifikan. Pastikan Anda memilih produk daging yang dibuat tanpa kedua zat tersebut. Akan lebih baik lagi jika dagingnya berasal dari hewan pengonsumsi rumput, bukan padi-padian.

3. Popcorn Microwave

Popcorn microwave

Kantung pembungkus popcorn yang dimatangkan dengan microwave oven dilapisi perfluorooctanoic acid (PFOA). Menurut Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat, zat kimia ini bisa menyebabkan kanker hati, testis, dan pankreas serta kemandulan. Selain itu, kandungan diacetyl dalam popcorn juga berkaitan dengan kanker paru-paru.

4. Soda

Soda

Minuman bersoda yang tinggi gula, zat kimia, dan pewarna membuat tubuh menjadi asam dan memberi makan sel-sel kanker. Zat pewarna yang umum digunakan seperti pewarna karamel dan zat turunannya, 4-methylimidazole (4-MI), juga bisa memicu kanker.

5. Makanan Diet

Makanan diet

Makanan diet baik untuk kesehatan? Belum tentu. Di dalamnya banyak terkandung pemanis buatan seperti aspartam, sukralosa, sakarin, dll. Menurut European Food Safety Authority (EFSA), alternatif gula ini dapat menyebabkan cacat lahir dan kanker.

6. Tepung yang Dimurnikan

Tepung yang dimurnikan

Tepung putih atau tepung yang sudah dimurnikan merupakan bahan baku yang mudah dijumpai di mana-mana. Namun, sebuah studi yang dimuat di jurnal Cancer Epidemiology menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat yang dimurnikan secara rutin berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara sebanyak 220% pada wanita. Makanan tinggi indeks glikemik (GI) juga dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat sehingga memicu pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker.

7. Gula yang Dimurnikan

Gula yang dimurnikan

Tak hanya pengawet buatan, gula yang dimurnikan seperti sirup jagung tinggi fruktosa juga mendorong pertumbuhan sel kanker. Jenis pemanis ini cenderung menaikkan kadar insulin dengan cepat, sehingga sel kanker dengan mudah dan cepat memetabolisirnya untuk berkembang biak. Sirup jagung tinggi fruktosa banyak terdapat pada cookies, cake, soda, jus, saus, dan sereal.

8. Buah - Buahan Yang terkena Pestisida

Buah - Buahan Yang terkena Pestisida

Apel, anggur, dan strawberry bisa menyebabkan kanker karena pestisidanya. Environmental Working Group (EWG) menemukan bahwa 98% hasil panen konvensional terkontaminasi pestisida penyebab kanker. Sebisa mungkin, belilah produk organik atau yang bebas pestisida.

9. Salmon Ternak

Salmon ternak

Salmon sering disebut sebagai salah satu ikan yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, menurut Dr. David Carpenter dari University of Albany, Amerika Serikat, salmon ternak merupakan salah satu makanan yang berisiko tinggi memicu kanker. Salmon ini tak hanya mengandung vitamin D lebih sedikit, tapi juga sering tercemar zat kimia karsinogenik, PCB (polychlorinated biphenyl), flame retardant, pestisida, dan antibiotik.

10. Minyak Terhidrogenasi

Minyak Terhidrogenasi

Minyak terhidrogenasi umum digunakan untuk mengawetkan makanan olahan. Namun, minyak jenis ini mengubah struktur dan fleksibilitas membran sel di seluruh tubuh yang bisa menyebabkan sejumlah penyakit seperti kanker. Beberapa produsen mulai menghapuskan penggunaan minyak terhidrogenasi dan menggantinya dengan alternatif yang lebih aman seperti minyak sawit. Meski demikian, lemak trans masih digunakan secara luas pada makanan olahan.

Kisah Balita Edwin, Gejala Flu Samapi di Amputasi Jari

http://bigcendol.blogspot.com/2013/08/kisah-balita-edwin-gejala-flu-samapi-di.htmlBalita Edwin Timoti Sihombing (2,5) kehilangan jari telunjuk tangannya di RS Harapan Bunda Pasar Rebo. Sang ayah, Gonti Laurel Sihombing (34), menuturkan bagaimana buah hatinya diamputasi dokter tanpa meminta persetujuannya.

Awalnya pada tanggal 20 Februari 2013 Edwin menderita gejala sakit pilek, panas dan batuk. Pada sore hari, Gonti bersama sang istri putra sulungnya ke RS Harapan Bunda Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Edwin langsung mendapatkan perawatan dari dokter spesialis anak Leni Syukrawati. Saat itu dokter melihat ada gejala kejang-kejang sehingga meminta Edwin dipindah dari ruang periksa ke IGD.

Sebagai orang tua yang tidak mengetahui tentang ilmu medis, Gonti menurut saja ketika dokter meminta anaknya untuk diinfus, lalu diberi bantuan oksigen sampai akhirnya diberi obat anti kejang yang dimasukkan melalui dubur sang anak tersebut.

"Anak saya dipindah ke emergency room ruang UGD anak tepatnya pada tanggal 22 Februari, pas hari ketiga saya melihat telunjuk kanan anak saya di bekas infus membengkak. Sama dokter tangan anak saya hanya diperban," ujar Gonti saat ditemui wartawan di lingkungan RS, Selasa (9/5/2013).

Gonti melihat ada kejanggalan di tangan Edwin, pasalnya luka bekas infus di punggung kanannya terdapat luka melepuh. Kondisi Edwin, menurut Gonti, sempat menurun namun kembali pulih setelah diberi ASI.

"Kondisinya mulai kembali sehat tetapi tangannya makin bengkak," ujar Gonti.

Pada tanggal 23 Februari 2013 Gonti meminta anaknya agar diperbolehkan pulang. Menurutnya Edwin sudah tidak ada gejala flu lagi, meskipun dokter merekomendasikan hal berbeda.

"Pihak rumah sakit pun merekomendasi agar anak saya dirawat di RSUD Pasar Rebo sekaligus menjalanin pemeriksaan EEG atau pemeriksaan fungsi syaraf," lanjutnya. Namun Gonti tidak merawat anaknya ke RSUD Pasar Rebo, dia hanya melakukan tes fungsi syaraf.

Pada tanggal 26 Februari hasil pemeriksaan fungsi syaraf dari rumah sakit rujukan itu keluar dan hasilnya tidak ada masalah dengan syaraf Edwin. Dia melakukan konsultasi kembali pada dokter RS Harapan Bunda perihal jari telunjuk kanan Edwin yang membengkak.

"Ya udah dirawat lagi aja di sini," tutur dokter santai seperti ditirukan Gonti.

Merasa tidak mendapatkan respon tanggung jawab dari pihak rumah sakit, pada tanggal 2 Maret 2013, Gonti melayangkan surat komplain kepada pihak rumah sakit. Komplain itu ditanggapi rumah sakit secara positif.

"Setelah saya komplain, komplain saya langsung ditanggapi direksi rumah sakit. Mereka pberjanji akan bertanggung jawab dengan merawat anak saya sampai sembuh, dan menanggung biaya pengobatan," kata Gonti.

Namun pada tanggal 31 Maret 2013 ia mendapatkan kabar mengejutkan dari istrinya dari RS. Pihak rumah sakit telah mengamputasi jari anaknya tanpa seizin pihak keluarga.

"Waktu dipotong ruas jari tangan anak saya, pihak rumah sakit melakukannya tanpa sepengetahuan pihak keluarga, tiba-tiba jari tangan anak saya dipotong begitu saja. Saat itu istri saya melihat saat dokter memotong jari tangan anak saya. Istri saya tidak menyadari kalau saat itu dokter akan memotong jari anak saya, karena proses pemotongan terjadi di ruang perawatan bukan di ruang operasi," tuturnya.

Usai amputasi itu, Edwin menangis kencang tidak mau berhenti. "Sepertinya dokter tidak memakai obat bius, karena anak saya bukan nangis lagi, bahkan sampai menjerit karena dokter memotong dengan gunting biasa dan sekali potong," ujarnya.

Edi Suharso, seorang anggota direksi RS Harapan Bunda tidak banyak memberikan keterangan dalam kasus ini. Dia mengaku akan membahas ini secara internal.

"Kami izin waktu untuk pembahasan internal. Sekitar 2 hari ini kami akan undang untuk jumpa pers," tutur Edi.


sumber | http://news.detik.com/read/2013/04/10/112524/2216354/10/ksah-balita-edwin-gejala-flu-berujung-amputasi-jari?9911012

Bocah 12 Tahun Ini Seperti Nenek 96 Tahun

http://4.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TIxs527iVVI/AAAAAAAAEeg/t76N0IkYIWs/s1600/progeria.jpg


MASIH ingat film 'The Curious Case of Benjamin Button' yang dibintangi Brad Pitt? Film yang diadaptasi dari buku terbitan 1922 itu menyajikan kisah unik seorang bocah bernama Benjamin yang terlahir dalam wujud fisik pria tua.

Kisah itu memang fiksi. Tapi, di Inggris, kisah senada menimpa seorang gadis cilik berusia 12 tahun bernama Hayley Okines.

Jika Benjamin mengalami pertumbuhan terbalik dari tua menjadi bayi, Hayley mengalami pertumbuhan ekstracepat hingga melampaui usianya.

Penuaan dini itu membuat Hayley yang masih berusia 12 tahun memiliki penampilan fisik bak nenek 96 tahun. Dunia medis menyebutnya sebagai progeria, penyakit langka yang menyerang satu dari setiap 8 juta orang di dunia.

http://img.dailymail.co.uk/i/pix/2007/05_02/okinesST2105_468x665.jpg

Seperti dikutip dari laman Daily Mail, Hayley merupakan anak pengidap progeria pertama yang menjalani terapi pengobatan FTIs (farnesyltransferase inhibitors).

Terapi yang dijalani sejak dua tahun terakhir ini dilakukan untuk membalikkan kelainan sel pada tubuh penderita progeria.

Meski memiliki kelainan, Hayley hidup normal layaknya anak seusianya. Ia suka mengobrol dan bermain dengan teman seusianya, selain menikmati permainan Nitendo Wii dan pernak-pernik perempuan.

Ia pun menempuh pendidikan tingkat pertama di sekolah normal. Dengan kondisi fisiknya yang sangat tua dan rapuh, ia berhasil menunjukkan prestasi di bidang ilmu pengetahuan dan matematika.

Orangtuanya menaruh harapan besar pada suksesnya terapi FTIs, meski mereka sadar anak dengan penyakit progeria rata-rata hanya mampu bertahan hingga usia 13 tahun.

"Apapun yang terjadi kami sudah pasrah," kata Kerry, ibu Hayley yang merupakan warga Bexhill, East Sussex, Inggris.






Radio star: Hayley with her best friend at school before a hip problem forces her to learn from home

Radio star: Hayley with her best friend at school before a hip problem forces her to learn from home
Check-up: Hayley is no stranger to hospitals. Her heart is currently strong thanks to the multiple medicines that she takes
Check-up: Hayley is no stranger to hospitals. Her heart is currently strong thanks to the multiple medicines that she takes
Hayley wearing a headscarf: The teenager now regularly wears a brunette wig
Hayley wearing a headscarf: The teenager now regularly wears a brunette wig
Old before my time: Hayley and her mother Kerry watch her book hit the presses
Old before my time: Hayley and her mother Kerry watch her book hit the presses
Justin and Hayley
Justin meets Hayley: The kind-hearted pop star gave Hayley front row tickets to see his show 
Hayley is shown having trouble shopping for clothes. She says she is an expert at finding things in the children's section
Hayley is shown having trouble shopping for clothes. She says she is an expert at finding things in the children's section

Dikira Pilek Alergi, Ternyata Otak Pria Ini Bocor

http://bigcendol.blogspot.com/2013/05/dikira-pilek-alergi-ternyata-otak-pria.html
Selama lebih dari satu setengah tahun, hidung Joe Nagy tak kunjung berhenti berair. Joe pun menganggap ini hanyalah alergi biasa akibat cuaca tempat tinggalnya yang kadang ekstrem. Siapa sangka jika ternyata pria ini mengalami kebocoran cairan otak.

Hidungnya memang tak berair tiap hari, hanya satu atau dua kali dalam seminggu, terutama ketika ia duduk di ranjang tapi dalam waktu singkat hidungnya akan terus berair. Obat-obatan alergi yang ia konsumsi pun ternyata tak memberikan efek apapun pada kondisinya.

Tak tahan lagi, Joe akhirnya menemui dokter. Disitulah Joe menemukan kenyataan yang benar-benar di luar dugaannya. Joe diberi tahu jika kondisi yang dialaminya sama sekali bukan alergi, tapi cairan otaknya mengalami kebocoran.

"Cairan bening ini keluar dari hidung saya seperti halnya air mata. Saya sampai harus membawa tisu sepanjang waktu dan kantung baju saya penuh dengan tisu bekas untuk mengusap hidung saya yang berair," kisahnya seperti dilansir Daily Mail, Jumat (9/5/2013).

Terkadang Joe harus mengalami kejadian-kejadian memalukan di depan publik. Pada beberapa kesempatan ia gagal mengambil tisunya tepat waktu dan cairan dari hidungnya keburu keluar. Ia pun terpaksa dibuat malu karenanya.

Tak lama setelah diperiksakan, dokter langsung dapat mendiagnosis ada apa di balik hidung berair Joe. Usut punya usut, membran di seputaran otak Joe berlubang dan cairan otaknya pun keluar dari lubang itu.

"Mungkin Anda takkan menyadarinya tapi otak kita sebenarnya berada tepat di atas hidung. Kondisi ini seringkali terjadi tapi diabaikan dalam waktu lama.. karena begitu banyak orang yang mengalami hidung berair," terang dokter bedah saraf Peter Nakaji dari Barrow Neurological Institute, Arizona, AS kepada KSAZ.

Dalam waktu dekat Joe juga harus menjalani operasi untuk menambal lubang di membran otaknya karena gara-gara kondisi itu Joe didiagnosis menderita meningitis dan cairan otaknya menjadi terinfeksi.

Ketika dioperasi, otak Joe sendiri juga tidak disayat atau dibedah. Justru prosedur ini dilakukan lewat saluran hidung dan hanya membutuhkan semacam lem untuk menambal lubang yang ada di otaknya.

"Hanya sedikit tulang rawan dari hidung yang harus kami perbaiki lalu tubuh akan menambal lubang itu dengan sendirinya," jelas Dr. Nakaji.

Minggu ini, setelah tim dokter mengambil kain kasa yang diletakkan di dalam hidung Joe, Joe pun mulai merasakan jika hidungnya tak lagi berair.

"Saya menunggu cairan itu menetes keluar dari hidung saya karena saya terbiasa melihatnya setiap hari. Saya pun sudah bersiap dengan sapu tangan saya tapi nyatanya tak ada apa-apa. Cairan ini tak lagi keluar," tandasnya.

Belajar dari kasus ini, Dr. Nakaji menyarankan jika hidung Anda berair, hal pertama yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan pakar alergi atau dokter THT.

Cairan otak sendiri berbeda dengan cairan yang keluar dari hidung berair akibat flu atau alergi lainnya karena cairannya sangat bening. Penyebab bocornya cairan otak pun bisa beragam. Bisa jadi karena cedera kepala yang terjadi di masa lalu atau komplikasi akibat operasi maupun benturan di tulang belakang.

"Lubang yang mengakibatkan kebocoran cairan otak ini bisa jadi bentuknya sangat sangat kecil, seperti halnya bekas tusukan jarum pada ban sepeda, yang kadang masih bermasalah meski Anda telah menemukan letaknya," tutup Dr. Nakaji.
Drip: Joe Nagy's nose would not stop running for more than eighteen months. He went to the doctor to be told fluid from his brain was leaking out  

Joe Nagy: He had to stuff his pockets full of tissues to soak up the non-stop dripping from his nose 

Leak: Mr Nagy believed the Arizona climate was to blame for his 'allergies' but a doctor told him a hole in his brains' membrane was causing fluid to drip out 

Advice: Doctors suggest anyone experiencing similar symptoms should visit an allergist or an ear, nose and throat specialist


(vit/vit)


sumber | wowunic.blogspot.com | http://health.detik.com/read/2013/05/10/141531/2242578/1202/hidung-berair-dikira-alergi-otak-pria-ini-ternyata-bocor?991104topnews

Beberapa Penyakit Tangan Yang Sering Terjadi

Bigcendol ~  Tangan merupakan salah satu organ yang sangat membantu kerja fisik manusia, seperti memegang, menahan, dan memanipulasi. Selain itu, pada tangan juga ditemui banyak sekali saraf. Terbukti, hampir setengah dari area pada otak digunakan untuk mengatur saraf yang ada pada tangan.

Tak ayal, fungsi tangan pun menjadi sangat vital untuk menunjang kehidupan Anda. Keluhan pada tangan seperti pegal-pegal ataupun terkilir sebaiknya diberi perhatian serius, jika tidak mau berakibat fatal.

"Pegal-pegal, sakit, ataupun kaku pada tangan atau jari merupakan gejala yang sering dialami sekaligus disepelekan," ungkap dokter spesialis bedah ortopedi RS Premier Bintaro, Lukman Shebubakar, dalam acara bincang kesehatan bertajuk "Hand Trauma" di Jakarta, Kamis (7/2/2013).

Agar tidak salah menyikapi keluhan rasa sakit pada tangan, sebaiknya Anda mengenal beberapa gangguan dan keluhan yang menimpa tangan yang dipaparkan oleh Lukman berikut ini:

1. Repetitive strain injury (RSI)
RSI merupakan "cedera dari sistem muskuloskeletal dan saraf yang disebabkan oleh melakukan tugas yang berulang dengan pengerahan tenaga kuat, getaran, kompresi mekanik (menekan permukaan keras). RSI membuat adanya rasa nyeri pada bagian tangan yang terkena cedera.

Jika mengalami RSI, maka sebaiknya Anda tidak melakukan pemijatan atau biasa dikenal dengan "urut" karena dapat mengakibatkan cedera menyebar. Sebaliknya, hal itu perlu diperiksakan kepada dokter ortopedi.

"Untuk mengobatinya tentu perlu dilihat seberapa parah penyakitnya. Dapat dilakukan tindakan konservatif seperti pemberian terapi, ataupun tindakan operatif," ungkap Lukman.

2. Trigger finger

Trigger finger merupakan gangguan pada saraf yang dikenal juga dengan istilah "saraf kejepit". Pada penyakit ini terdapat tendon fleksor yang terkunci sehingga mengakibatkan rasa nyeri. Penyakit ini disebabkan oleh kesalahan posisi saat melakukan gerakan tertentu.

Sama seperti RSI, sebaiknya Anda juga jangan memijatnya karena akan membahayakan keselamatan Anda sendiri. "Biasanya dilakukan tindakan operatif untuk hal ini. Berdasarkan pengalaman, fisioterapi biasanya belum bisa menyembuhkannya. Kalaupun iya, waktunya sangat lama, sedangkan operasi hanya sepuluh menit dan hasilnya optimal," kata Lukman.

3. Carpal tunnel syndrome (CTS)

Carpal tunnel syndrome atau sindrom terowongan karpal adalah cedera yang dialami saat terlalu banyak melakukan aktivitas jari seperti mengetik pada keyboard ataupun berolahraga. Yang membedakan penyakit ini dengan cedera lainnya adalah, ini hanya dialami oleh jari telunjuk, jari tengah, dan setengah jari manis.

Carpal tunnel sejatinya merupakan saraf tengah yang membuat manusia dapat merasakan dan bergerak di bagian telapak tangan, jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis.

"Tindakannya hampir sama, dapat dilakukan secara konservatif dan operatif," ungkap Lukman.

4. Patah tulang
Diakibatkan kecelakaan seperti terjatuh, dan ditandai dengan adanya rasa nyeri, patah tulang perlu pemeriksaan sinar-X untuk mengetahui adanya pergeseran tulang atau keretakan tulang. Untuk penyakit ini, Lukman juga menyarankan adanya tindakan operatif.

Baca Juga:
sumber: http://health.kompas.com/read/2013/02/08/0846214/Kenali.Beberapa.Penyakit.Tangan.Ini