Selamat datang di BigCendol ya :)

Selamat datang dan selamat membaca :)
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

4 Alasan yang Dapat Memperlambat Kesuksesan

1. Tetapi Kesehatan Saya Buruk

http://bigcendol.blogspot.com/

Di dunia ini memang tidak ada yang punya kesehatan sempurna.. Setiap orang pasti memiliki sesuatu yang tidak beres pada tubuhnya. Yang membedakannya bagaimana cara kita menyikapinya.. Ada yang selalu cemas memikirkan penyakit itu.. Ada pula yang memilih untuk tidak mencemaskannya sama sekali dan meraih tujuan hidupnya..

Pernahkan punya teman yang sedikit-sedikit bilang dirinya sakit ini sakit itu dan banyak lagi? Teman ayah saya punya penyakit dalih seperti ini juga. Dia masih berumur bisa dibilang tidak seberapa tua, tapi dia selalu saja pergi ke dokter terus karena dia mengeluhkan lututnya yang sudah mulai berbunyi. Dokter menyarankan untuk diet saja supaya tidak membebani lutut, tapi hasilnya dia malah kena maag akut dan harus dibawa ke Singapore, setelah di cek ternyata lututnya masih bagus dan kuat.

Untuk lebih jelas, silahkan baca ilustrasi berikut : 

Ilustrasi
A merupakan seorang karyawan di sebuah perusahaan. dia masih tergolong muda.Meskipun begitu, dia selalu saja bercerita mengenai masalah penyakit jantungnya. Dia merasa bahwa ada yang tidak beres dengan jantungnya.
Dia sudah memeriksakan ke dokter beberapa kali. Namun dokter malah tidak menemukan sesuatu yang aneh. Tiap hari dia dilanda kecemasan. Mengakibatkan performa pekerjaannya menurun terus..

Bandingkan
B merupakan seorang karyawan juga. Sejak kecil dia mengidap penyakit diabetes turunan, dia harus hidup dengan serangkaian peraturan kesehatan yang ketat. Namun dia tidak pernah mencemaskan tentang penyakitnya. Dia tidak mau menghabiskan waktunya untuk memikirkan penyakitnya. Dia berpikir bahwa penyakitnya bukanlah hambatan baginya untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan hidup.

Solusi: 
Cara untuk menangani penyakit ini :
1. Berhenti membicarakan atau mencemaskan kesehatan anda. Sebagian orang mungkin sakit karena dari perasaannya sendiri saja
2. Bersyukurlah atas kesehatan anda sekarang
3. Ingatlah ini : “Lebih baik lelah karena kesibukan daripada lelah karena menganggur” Nikmati Hidup Anda Sebaik-baiknya. Dan jangan mensia-siakannya dengan berpikir bahwa anda akan berbaring di rumah sakit

2. Tetapi Kita kan Harus Mempunyai Otak yang Cerdas Buat Sukses

Sukses Bukan Harus Mempunyai Otak yang Cerdas Buat Sukses

“Orang sukses itu harus punya IQ yang tinggi harus bisa matematika, fisika dan nilai sekolahnya harus 100 semua Sedangkan aku yang nilai pas-pasan gk bakalan sukses"
Itulah pernyataan konyol dari teman saya. Dia berpikir bahwa orang sukses harus cerdas dan kutu buku. Maka, Dia sendiri yang menghambat dirinya berkembang untuk menjadi sukses.

Kebanyakan orang yang punya penyakit ini selalu merasa rendah diri. Mereka meremehkan kemampuan inteligensi sendiri. Dan melihat kemampuan inteligensi orang lain secara berlebihan.

Padahal yang terpenting untuk mencapai kesuksesan itu bukanlah seberapa tinggi IQ kita. Namun Bagaimana cara kita menggunakan kepintaran atau IQ tersebut untuk mencapai kesuksesan kita.

Ilustrasi
Seorang bos dan managernya melihat seorang kontestan kuis di TV. Kontestan tersebut benar-benar hebat dia bisa menjawab berbagai pertanyaan sulit dan aneh. 
Lalu bos tersebut memberikan pertanyaan kepada managernya, ”Menurutmu, berapa gaji yang akan kuberikan kepada orang itu?”
Managernya menjawab, ”20 juta perbulan?”
Bosnya menggeleng
“Aku hanya akan membayarnya 50.000 untuk seumur hidupnya.” 
Mengapa?
Karena orang tersebut sama saja dengan sebuah buku pintar yang nilainya 50.000 di toko buku terdekat

Seorang ilmuwan jenius diberi pertanyaan ,”Berapa satuan kaki (feet) yang terdapat dalam 1 mil?”
Ilmuwan itu menjawab, “Aku tidak tahu jawabannya, tapi dalam waktu 3 menit aku dapat menemukan jawabannya di buku acuan standar.”
Ilmuwan tersebut mengajarkan bahwa lebih penting kita menggunakan otak kita untuk BERPIKIR daripada menggunakannya sebagai gudang fakta.
P.S : Ilmuwan tersebut adalah Albert Einstein

Solusi: 
Cara untuk menangani penyakit ini :
1. Jangan menganggap remeh kemampuan otak anda
2. Ingatkan diri anda selalu bahwa SIKAP lebih penting dari tingkat inteligensi
3. Dan juga jangan lupa bahwa menggunakan otak anda untuk BERPIKIR jauh lebih baik daripada menggunakannya sebagai gudang fakta. Karena pengetahuan bukan hanya teori dan sekadar untuk dihafal melainkan untuk digunakan berpikir

3. Tetapi Saya Sudah terlalu Tua / Saya Masih Terlalu Muda.

Sukses Tidak Mengenal Usia

Pernah dengar dengan orang yang bicara,
” Saya seharusnya melakukannya bertahun-tahun lalu,sekarang sudah terlambat, saya sudah terlalu tua.” atau “Saya tidak bisa melakukan hal itu, saya masih terlalu muda dan belum matang.”

Banyak orang menutup peluang suksesnya akibat penyakit dalih ini. Mereka berpikir bahwa ada “usia yang cocok” untuk menjadi sukses dan karena mereka berada di luar “usia yang cocok” untuk sukses tersebut  mereka tidak bisa sukses. Padahal usia bukanlah penghalangan orang untuk sukses. Contoh : Bob Sadino? Kenal? Dia walaupun udah tua tapi ingin terus berinovasi agar dirinya menjadi sukses, buat dia kesuksesan itu bukan tergantung dari umur tapi skill Bejo :p

A. Saya Terlalu Tua

Ilustrasi
Anna seorang wanita berumur 40 tahun, dia menemui motivatornya, David untuk berkonsultasi.
Anna berkeinginan untuk menjadi seorang wirausaha, namun dia berpikir bahwa dia terlambat
karena dia sudah berusia tua. 
David : “Anna, kapan usia produktif manusia dimulai?” 
Anna : ”Mungkin di usia 20 tahun bisa dikatakan produktif”
David : “Lalu kapan usia produktif tersebut berakhir?”
Anna : “Kalau dia masih sehat, manusia mungkin bisa pensiun di usia 70 tahun”
David : “Baik. anda mengatakan bahwa manusia produktif dari usia 20 tahun dan dia bisa pensiun di usia 70. Berarti masa produktif manusia adalah 50 tahun. Sekarang usia anda adalah 40, sudah berapa tahun usia produksi yang anda jalankan?”
Anna : “20 tahun”
David : “Berapa sisa usia produktif anda?”
Anna : “30 tahun”
David : “Nah lihatkan, Anda bahkan masih baru menggunakan 40 persen dari usia produktif anda.”
Dan sinar mata Anna berubah. Dia sudah sembuh dari penyakit dalih ini. Dia mengubah pikirannya yang “Saya sudah terlalu tua” menjadi “Saya masih muda dan tahun-tahun keberhasilan saya menunggu di depan saya.”

B. Saya Terlalu Muda

Ilustrasi
Jerry usia 23 tahun, dia sudah menjadi manajer di sebuah divisi di perusahaannya. Suatu hari dia melakukan konsultasi dengan motivator, David.

Jerry : “Begini, saya diangkat dari manager divisi menjadi General Manager”
David : “Selamat! itu berita baik!”
Jerry : “Ya, tapi saya memiliki masalah.. Bawahan saya memiliki usia yang jauh lebih senior daripada saya.. Saya merasa bahwa saya terlalu muda untuk duduk di kursi tersebut”
David : “Baiklah. Saya akan memberi saran beberapa hal kepada anda.
Pertama, atasan anda tentu menganggap anda cukup tua untuk di posisi itu karena kalau tidak, dia tidak mungkin menawarkan posisi itu untuk anda. Benar?"
Jerry : “Benar”
David : “Kedua, jangan sombong. Berikan rasa hormat kepada wiraniaga bawahan anda. 
Minta saran dari mereka. sehingga mereka merasa bahwa mereka bekerja untuk seorang pemimpin, bukan diktator.

Ketiga biasakan diri membawahkan senior itu bekerja untuk anda. Para pemimpin muda biasanya membandingkan usianya dengan senior yang bekerja untuknya. Jadi biasakanlah diri anda untuk tahun-tahun kesuksesan anda. Dan Terakhir, ingatlah usia bukan penghalang kesuksesan. Yang penting adalah bagaimana anda menguasai pekerjaan anda.

Solusi: 
Cara untuk mengatasi penyakit ini :
1. Berpikirlah bahwa “Saya masih muda” bukan “Saya sudah Tua”
2. Hitung usia produktif anda.
Ingat jika usia anda 30 tahun, berarti masih ada 40 tahun kehidupan produktif
jika usia anda 50 tahun, berarti masih ada 20 tahun kehidupan produktif
Hidup itu lebih panjang dari yang anda kira.
3. Lakukan sekarang yang ingin anda lakukan. Tidak ada kata terlambat.

4. Saya Selalu Bernasib Buruk

Hilangkan Mindset Selalu Bernasib Buruk

Misalkan anda mempunyai toko yang ramai sekali, kemudian omset toko anda meningkat terus karena anda bekerja dengan giat dan terus melakukan perubahan. Tiba-tiba suatu hari tetangga toko anda yang mempunyai toko yang lebih sepi dari anda datang kepada anda dan berkata :

“Selamat, toko anda selalu ramai karena anda beruntung sedangkan toko saya sepi karena saya memiliki nasib yang selalu buruk.”

Lalu anda tentu saja heran dengan perkataannya, mengapa dia mengatakan usaha anda itu ramai hanya karena nasib baik, padahal anda telah berusaha keras dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan

Itulah kebiasaan kebanyakan orang gagal sekarang selalu menyambung-nyambungkan kesuksesan dengan NASIB. Mereka sudah tidak mau berusaha karena mereka merasa bahwa nasibnya buruk, maka ia tidak berhak sukses dan tidak mau berusaha sukses. Jadi, wajar saja jika kegagalan datang

Oke, coba deh pikirkan perumpamaan ini kalau memang nasib berpengaruh pada kesuksesan seseorang. Sebuah rapat di perusahaan ingin menentukan orang baru untuk managernya, jika nasib berpengaruh di sini. maka sebaiknya jabatan manager tersebut ditentukan dengan cara menarik undian saja, karena siapa bernasib baik maka dia yang dapat. Betul kan?

Tapi di dunia nyata tentu hal itu sangat konyol, jabatan atau kesuksesan seseorang bukan dari nasib atau keberuntungannya, melainkan dari usahanya dan perjuangannya.

Solusi: 
Cara untuk mengatasi penyakit ini :
1. Terimalah hukum sebab-akibat.Siapa yang mau berusaha untuk sukses, maka dia akan sukses
2. Jangan mengandalkan nasib.Berusahalah untuk meningkatkan kualitas diri untuk menjadi pemenang.

NB: Ingat bro, kesuksesan lo tergantung dari hati lo yang meyakinkan segala urusan yang lo lakuin untuk menjadi sukses. Saran terakhir gw adalah coba deh hilangkan mindset yang jelek-jelek. Kenapa? Ya namanya mindset mah adalah pemikiran seseorang yang sifatnya kadang ketidaksadaran. So, be positive now.

Kalimat-Kalimat Inspiratif dari Mark Zuckenberg

Mark Zuckenberg

Siapa yang tak kenal Mark Zuckerberg? Dia tidak hanya dikenal sebagai pendiri situs jejaring sosial terbesar di dunia, Facebook, tapi juga miliuner termuda.

Tentu saja ada banyak pelajaran yang bisa didapatkan dari pria yang tidak pernah lulus dari Harvad University itu. Mulai dari caranya menjalankan bisnis sampai pandangan hidupnya saat ini.

Nah, berikut ada kutipan yang membangun dari Mark Zuckerberg :

Tentang Berbagi
"Dengan memberikan orang kemampuan untuk berbagi, kami membuat dunia lebih transparan,"
Tentang Kerja Keras
"Saya pikir orang mempunyai banyak fiksi (tentang kami). Tetapi Anda tahu, cerita sesungguhnya dari Facebook adalah kami bekerja keras sepanjang waktu. Maksud saya, cerita sesungguhnya ini membosankan bukan? Kenyataannya demikian, kami duduk di depan komputer selama 6 tahun,"
Tentang Kenekatannya
"Saya memulai situs ini ketika saya berusia 19 tahun. Saya tidak tahu banyak tentang bisnis pada saat itu,"
Bisnis dimulai dari hal sederhana
"Saya pikir aturan sederhana bisnis adalah, jika Anda melakukan hal-hal yang lebih mudah terlebih dahulu, baru kemudian Anda benar-benar dapat membuat banyak kemajuan,"
Tujuan sederhana Facebook
"Hal yang kami coba lakukan di Facebook, adalah hanya untuk membantu orang berhubungan dan berkomunikasi dengan lebih efisien,"
Tentang Kesederhanaan
"Dalam melakukan pekerjaan, belajar dan berkembang sebagai pribadi, Anda hanya tumbuh lebih ketika Anda mendapatkan perspektif lebih banyak dari orang lain. Saya benar-benar mencoba dan menjalani misi perusahaan dan menjaga segala sesuatu dalam hidup saya dengan sangat sederhana,"
Facebook untuk semua orang
"Kami menjalankan perusahaan untuk melayani lebih banyak orang,"
Sumber Artikel

Aktivis Ini Rela Tinggal di Pohon Demi Menghentikan Penebangan

Pan Han-chiang, AKTIFIS yang tinggal di POHON demi menghentikan PENEBANGAN POHON !! 


Seorang aktivis, Pan Han-chiang yang mendiami sebatang pokok sejak 11 hari lalu berikrar tidak akan turun selagi sebuah majlis tempatan menggugurkan rancangan untuk menebang pokok berkenaan.

Pelajaran Indah Dari Pohon Apel (Bikin Nangis)

Ada sebuah pohon apel besar tumbuh di halaman sebuah rumah. Anak kecil di keluarga tersebut suka bermain di sekitar pohon itu setiap hari. Memanjatnya, makan apel langsung ketika berbuah lebat, atau sekadar tidur di bawahnya saat panas terik.

Tak terasa waktu pun berlalu. Anak ini menjadi remaja. Suatu hari, ia menghampiri pohon apel tersebut.

thehoopoesodyssey.blogspot.com
"Ayo kita bermain lagi seperti dulu," ajak pohon apel.

"Wah, saya bukan lagi anak kecil. Sudah bukan jamannya memanjat pohon saja. Sekarang saya lagi bingung, butuh uang untuk mentraktir pacar saya."

"Saya hanya sebatang pohon, tidak punya uang. Tapi kalau kamu mau, silahkan ambil semua apel saya dan menjualnya. Jadi kamu punya uang untuk pacar kamu."

Anak itu gembira, ia lalu memetik semua apel di pohon itu dan pergi dengan pacarnya. Anak itu tak pernah kembali memperhatikan sang pohon apel.

Bertahun berlalu, anak itu kini menjadi lelaki dewasa. Suatu hari ia datang lagi menghampiri pohon apel tersebut.

"Sekarang kamu sudah dewasa, ada waktu untuk bermain dan mengenang masa lalu?" tanya pohon apel.

"Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya harus bekerja untuk keluarga. Dan sekarang sedang bingung karena kami tak punya rumah untuk berteduh."

"Oh kasihan. Kalau kamu mau silahkan potong cabang-cabang saya dan jadikan rumah untuk keluargamu."

"Benarkah?" tanya pria tersebut. Ia pun mengambil kapak dan memotong semua cabang di pohon apel hingga hanya tersisa batang utama saja. Pria itu lalu pergi membangun rumahnya dan tak pernah kembali.

Setelah bertahun-tahun kemudian, tiba-tiba pria ini kembali lagi. Sebagian rambutnya sudah berwarna keperakan tanda usia yang matang.

"Apa kabar, kawan?" tanya pohon apel yang kini tanpa dedaunan lagi.

"Halo pohon apel. Sekarang saya sudah pensiun, dan ingin menikmati masa tua dengan berlayar sambil memancing."

"Oh saya tahu," tebak sang pohon apel. "Silahkan, bila kamu mau pakailah batang utama di tubuh saya dan jadikan perahu untukmu."

"Ah, terima kasih," sahut pria tersebut. Ia pun menebang batang pohon apel lalu menjadikannya perahu. Sang pohon apel terlupakan lagi. Walau perasaannya sungguh sedih, namun dibiarkan pria itu pergi.

Kini, setelah hampir 60 tahun berlalu, seorang pria tua renta pulang kembali ke rumah masa kecilnya. Tiba-tiba ia tersandung sesuatu. Ternyata akar pohon apel yang tersisa.

"Oh rupanya kamu pohon apel yang dulu," ujar pria tua tersebut.

"Apa kabar kawan masa kecil? Sekarang saya tinggal akar tua tersisa, tidak bisa mengajakmu bermain atau berteduh di bawah rimbun daun saya."

Pria tersebut hanya terdiam dan duduk di salah satu akar sang pohon apel. Dari matanya mengalir air mata bening, menitik jatuh di antara keriput wajahnya.

Moral Cerita
Pohon apel melambangkan orang tua kita. Demikianlah, saat kita kecil senang bermain dengan ayah dan ibu. Seraya remaja dan dewasa kita meninggalkan mereka. Hanya sesekali datang pada mereka saat membutuhkan pertolongan.

Walau demikian, orang tua kita seperti pohon apel tersebut, selalu rela menolong dan berkorban agar kita bisa keluar dari kesulitan. Kasih orang tua memang tiada batas.

Semoga kita tidak seperti anak dalam cerita yang mengambil dan melupakan sang pohon apel begitu saja. Melainkan mau menghargai dan merawat orang tua agar masa tua mereka tak berakhir sedih laksana akar-akar pohon apel yang tersisa.

sumber :http://www.apakabardunia.com/2012/11/pelajaran-dari-pohon-apel.html

Hindari 10 Perkataan ini Dalam Menjalani Kehidupan

Setidaknya ada 10 kalimat yang memiliki dampak cukup unik pada motivasi hidup. Saya tidak berani berkata “harus menghindari” kalimat-kalimat ini.. Saya hanya bisa “mewaspadainya” sebelum kalimat-kalimat itu menyusun kekuatannya dan mulai menjadi jangkar dalam hidup saya

1. Saya tidak mungkin melakukannya
Hmm… saya tidak perlu mengkerdilkan diri dan kemampuan saya untuk berkata seperti itu. Saya percaya, sebagai ciptaan yang paling sempurna, ada kekuatan luar biasa yang telah diturunkan langsung dari atas ‘sono’ .


2. Saya tidak punya bakat
Bakat? talenta? yup.. saya akui, “Pintar memang bisa dipelajari, tetapi “bintang” adalah dilahirkan“. Ada beberapa orang yang dianugerahi talenta luar biasa. Tetapi, hal ini bukan berarti orang yang lainnya tidak mempunyai talenta apa pun, kan? Saya sering melihat bagaimana orang-orang bisa berhasil walau hanya berbekal satu atau dua talenta saja. Sebaliknya saya juga sering melihat banyak orang gagal dan terbuang walau sebenarnya multitalenta.
Sikap, perilaku, dan perkataan justru lebih menentukan bagaimana seseorang bisa dihargai dan diterima oleh lingkungannya. Saya sendiri lebih menghargai, mendukung, bahkan memprioritaskan “orang-orang biasa” yang berperilaku santun, tekun, dan lemah lembut, daripada mereka yang berbakat luar biasa tetapi memiliki sikap dan perkataan yang kasar atau tidak mengenakkan.. (I know it is ridiculous, but that’s the fact.. ; ) )
Hmmm.. anyway, “bakat” sendiri bukan sebuah hal yang statis. Bakat “ada” karena apa yang biasa dilihat, didengar, dirasakan.. ini proses selama bertahun-tahun. Seorang anak yang dilahirkan dari keluarga seniman.. karena terbiasa mendengarkan nyanyian ibunya sejak kecil, karena terbiasa melihat bapaknya menggambar, saya yakin, ketika dewasa ia akan mewarisi bakat seni orang tuanya (walau belum tentu menyukainya). Demikian juga anak-anak lain yang dibesarkan dari keluarga bisnisman, ilmuwan, dan sebagainya. Sekalipun hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan psikolog, tetapi saya boleh percaya bahwa manusia punya kuasa untuk menciptakan “bakat”!


3. Saya cuma lulusan SD
Kata “SD” pada kalimat di atas boleh diganti dengan “SMP”, “Kejar Paket A”, “TK”, atau apalah.. Yang jelas, pendidikan bukan penentu utama keberhasilan seseorang. Memang, mereka yang berpendidikan tinggi akan lebih berpeluang berhasil dari pada yang berpendidikan rendah (maaf). Tetapi bukan berarti lulusan SD tidak bisa berhasil. Saya sering melihat bagaimana sebuah perusahaan yang mayoritas karyawannya sarjana, tetapi ternyata pemiliknya hanya lulusan SD. Anda juga bisa membaca salah satu cerita konyol mengenai hal ini di artikel Email Anak SMP. Bahkan, 6 dari 10 Pemuda Pengubah Dunia yang saya tulis beberapa waktu lalu itu juga tidak pernah lulus kuliah!
So, what? Saya akan berusaha untuk tidak menyalahkan pendidikan sebagai topeng kemalasan dan kebodohan saya. Jika tidak tahu, ya belajar.. simple kan?


4. Lingkungan saya tidak mendukung
Banyak sekali orang-orang hebat lahir dari keadaan yang sama sekali mendukung. Siapa saja? terlalu banyak untuk disebutkan . Beberapa di antaranya pernah tertulis di kategori Tokoh Inspiratif. Banyak tulisan dan lagu hebat yang justru lahir saat penulisnya masih di dalam penjara. Banyak orang kaya lahir dari keluarga miskin. Banyak ilmuwan yang dulunya dianggap bodoh atau gila, bahkan Thomas A. Edison pun pernah ditolak masuk SD karena dianggap idiot. Saat keadaan berkecamuk karena perang dan menjadi pengungsi, Albert Einstein malah dinobatkan menjadi Doktor dan Guru Besar. Bung Karno juga bukan sarjana politik, beliau adalah insinyur, dalam keadaan terbuang di Bengkulu, beliau malah merancang beberapa rumah dan merenovasi Masjid Jami’ di tengah kota. Tom Cruise? Ah, dia hanya seorang disleksia yang susah membedakan antara huruf “b” dan “d”. Keadaan bisa membuat berhasil tetapi bisa juga membuat gagal. Yup, Semua tergantung dari bagaimana cara melihat dan menghadapinya..
5. Masa lalu saya hancur
Dalam konteks ini, sepertinya kisah mengenai Oprah Winfrey bisa menutupnya. Yup, orang tuanya bercerai, dan lebih parah lagi, dia pernah diperkosa oleh saudara sepupunya. Tiap orang tahu, mengatasi problem masa lalu memang rumit. Masa lalulah yang membentuk diri dan menentukan bagaimana sifat dan sikap seorang manusia. Tetapi, itu “hanya film”.. yah, film! cukup untuk dilihat dan diikuti ceritanya, bisa dijadikan inspirasi atau motivasi hidup (kalo perlu), atau bisa juga dijadikan ‘hobi’ saat senggang. Tetapi, film hanya film.. berbeda dengan kenyataan sekarang.
Ia hanya dokumentasi sejarah dan tidak ada yang bisa dirubah. Kenapa harus ngotot pada sesuatu yang sudah tidak bisa dirubah? Lebih baik jika menyutradarai “film baru” yang ceritanya bisa dirubah seperti yang diinginkan.. saya biasa menyebut film baru tersebut: “Masa Depan“.
 


6. Saya tidak punya kesempatan
Hmm.. setahu saya setiap orang diberi waktu yang sama setiap harinya: 24 jam. Kenapa hasilnya bisa lain? Yup, setiap orang menggunakannya dengan caranya masing-masing. Memang, setiap orang dianugerahi lingkungan yang berbeda-beda. Ada lingkungan yang memang cukup kondusif untuk maju, tetapi ada juga yang destruktif bagi kemajuan. Tetapi, bukan berarti kesempatan itu tidak ada!
Jika melihat kemiskinan, berarti saya diberi kesempatan untuk mengentaskan kemiskinan. Jika melihat orang tertimpa musibah, berarti saya diberi kesempatan untuk menolong.. sekali lagi, Kesempatan! Ia selalu ada di sekitar saya. “Kesempatan” adalah pemicu kemauan seseorang untuk merubah sesuatu yang gak beres menjadi beres.. sesuatu yang gak baik menjadi baik. “Kesempatan” tidak hanya muncul pada situasi-situasi yang mengenakkan, malah sebaliknya, semakin kritis lingkungan, akan semakin banyak kesempatan yang muncul. Bukankah krisis ekonomi tahun 1998 yang lalu justru malah melahirkan banyak sekali jutawan-jutawan baru? Bukankah mereka yang ‘berhasil’ adalah mereka yang bisa melihat dan memanfaatkan “kesempatan” ini?


7. Saya kurang beruntung
Yup, keberuntungan memang bisa dikatakan sebagai hal yang statis, ia tidak datang begitu saja pada setiap orang. Ia memang seperti anugerah. Jika keberuntungan memang sulit diusahakan, lalu kenapa tidak memintanya kepada Sang Pemberi Anugerah? . Dulu pernah ada penelitian mengenai hal ini. Lengkapnya pernah tertulis di artikel The Luck Factor. Yeah.. di situ terdapat beberapa tips untuk ‘merayu’ Sang Pemberi agar selalu melimpahkan keberuntungan pada umatnya.


8. Saya Takut Sakit Hati lagi
Di twitter, seorang sahabat pernah menulis “Mencintai, memiliki, dan merasa kehilangan adalah satu paket kehidupan yang tidak dapat dipisahkan..”. Selain itu, di blog ini juga pernah ada tulisan Tentang Perpisahan. Yup.. “Kelak, setiap orang pasti akan meninggalkanmu, atau justru kamu yang akan meninggalkan mereka.. “. Sakit hati juga sebuah bagian penting dari proses kehidupan.. bukankah Hati yang sempurna dan bijaksana adalah justru hati yang memiliki banyak bekas luka?


9. Saya khawatir jika hasilnya mengecewakan
Tidak ada satu orang pun yang tidak pernah mengecewakan orang-orang di sekitarnya. Tidak mungkin memiliki banyak teman tanpa memiliki sedikit musuh. Tidak ada karyawan yang sama sekali tidak pernah mengecewakan atasannya. Yang paling penting adalah apa yang harus dilakukan jika ternyata mengecewakan orang lain? yup.. Tiga Kata Ajaib mungkin bisa bisa membantu.. ^^


10. Saya takut salah
Nobody perfect! That’s all.. . Setahu saya.. orang yang takut salah dan takut gagal justru malah lebih banyak berbuat kesalahan. Tidak ada percobaan ilmiah yang tidak pernah gagal. Tidak ada pengusaha sukses yang belum pernah bangkrut, tidak ada peruntung tenar yang belum pernah mengalami kerugian, tidak ada aktivis yang tidak pernah teraniaya, tidak ada tokoh politik yang belum pernah dikritik, dan tidak ada selebritis terkenal yang belum pernah dicacimaki. Yup.. ini adalah “kuat-kuatan”, mereka yang tahan terhadap dampak kesalahan yang pernah dibuat dan tidak pernah berhenti berusaha.. merekalah yang berhasil.. ^^
sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/50854fc4ea74b47227000003

Kebiasaan Hidup Agar Jadi Orang Sukses


Sering kali kita berpikir, bagaimana caranya agar kita bisa kaya secara materi dengan waktu cepat, tapi sedikit di antara kita tidak memikirkan arti kaya yang sebenarnya, kebiasaan kita sangat menentukan arah yang akan kita lalui, ini sedikit motivasi buat agan-agan sekalian yang semoga berguna buat yang membacanya:

1. Kebiasaan mengucap syukur
Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik, tapi juga dalam kesussahan dan hari-hari yang buruk. Ada rahasia besar di balik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yang buta dan tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang yang terkenal dan dikagumi di seluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah, “Aku bersyukur atas cacat-cacat ini, aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku”. Memang sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat, kesehatan, keluarga, sahabat, dan sebagainya. Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang buruk.

2. Kebiasaan berpikir positif
Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.

3. Kebiasaan berempati
Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif di balik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dan sebagainya.

4. Kebiasaan mendahulukan yang penting
Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah. Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yg tidak, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.

5. Kebiasaan bertindak
Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk mengahargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.

6. Kebiasaan menabur benih
Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah, betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih ‘kebaikan’. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabung keburukan.

7. Kebiasaan hidup jujur
Tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.


http://forum.viva.co.id/sosial-dan-budaya/476844-kebiasaan-hidup-yang-dapat-menjadikan-kita-sukses-di-dunia.html