Selamat datang di BigCendol ya :)

Selamat datang dan selamat membaca :)
Showing posts with label Kreatif. Show all posts
Showing posts with label Kreatif. Show all posts

2 Siswi Ubah Kotoran Sapi Jadu Pengharum Ruangan

dua gadis cantik dan pintar asal lamongan
, Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti I metronews
Dua jempol buat dua gadis ini : Dwi Nailul Izzah dan Rintya Miki Aprianti asal SMU Muhamadiyah 1 Babat, Lamongan, Jawa Timur. Mereka berhasil mengubah kotoran Sapi menjadi pengharum ruangan. Hebat, sudah cantik dan pintar pula.

Lebih hebat lagi atas berkat penemuan mereka tersebut, kedua siswi ini meraih medali emas di ajang "Indonesian Science Project Olympiade 2013" di Jakarta dan produk mereka siap di patenkan.

Percaya atau tidak, sebenarnya produk organik memiliki aroma mirip bau tumbuhan yang segar. Penyegar udara alami buatan mereka tidak mengandung bahan kimia yang seperti ditemukan dalam produk-produk serupa yang tersedia secara komersil, dan tentu produk pengharum ruangan dari kotoran sapi ini harganya lebih terjangkau, yaitu Rp21 ribu.

Atas kesuksesan yang di raih oleh mereka menjadikan keduanya akan mewakili Indonesia mengikuti ajang Olimpiade "International Environment Project Olympiad 2013" di Istanbul, Turki, pada 17-20 Mei mendatang. Selamat dan semoga sukses di Istanbul.

12 Patung Unik Dari Batang Pohon Yang Menakjubkan



1. Forest Creatures by Tommy Craggs


2. Louisville Lizard Chair

3. Lady of the Domaine les Boises Lee Farm


4. Picnic Table by Scott Kuefler

5. Douglas by Tommy Craggs

6. Old Man in the Tree by Glenn Durlacher

7. Tree Trunk Arcade

8 Sacred Groves by Lea Turto



9. Mama’s Watching by Ken Davis

10. Detail of Carved Stump in Thailand

http://bigcendol.blogspot.com/

11. Amazing Carved Stump with Roots


12. Huge Benches Made from Recovered Elms
 

Desain Jaket Multifungsi, Bisa Buat Kemah


DESAIN JAKET KEREN  MULTIFUNGSI .. josss.... boss.... 
Khas kepada kaki pancing dan pemburu binatang....amat sesuai untuk korang tau!


3 dalam 1, jaket, baju hujan dan beg untuk tidur kira macam khemah



http://bigcendol.blogspot.com/2013/08/desain-jaket-multifungsi-bisa-buat-kemah.html


Kemeja ini Tak Perlu Dicuci Hingga 100 Hari

Bagi Anda yang malas dalam urusan mencuci pakaian, mungkin temuan baru ini cocok untuk Anda miliki.

Sebuah perusahaan Amerika Serikat, Wool & Prince, mengklaim telah berhasil menciptakan kemeja yang bisa tetap bersih meski dikenakan selama 100 hari.

Bahan kemeja ini bisa "mementalkan" bau tak enak pakaian yang sudah dikenakan. Kemeja ini bahkan tetap beraroma menyegarkan meski digunakan untuk melakukan kegiatan berat.

Perusahaan ini juga mengklaim kemeja ciptaannya itu tidak perlu disetrika karena terbuat dari bahan anti-kusut yang tahan dalam berbagai kondisi terburuk sekalipun.

Untuk menciptakan kemeja bagi para pria yang malas mencuci ini, Wool & Prince bahkan mengirim penelitinya ke seluruh dunia untuk mencoba kemeja ini.

Mereka mengenakan kemeja ini untuk melakukan berbagai hal, mulai dari perjalanan ke Pegunungan Andes hingga berjoget penuh keringat di klub-klub malam New York.

Kemeja ini dibuat dari bahan wol yang lebih tahan lama dibandingkan kapas. Dari hasil uji coba laboratorium serat wol bisa ditarik hingga 20.000 kali tanpa mengalami kerusakan. Sementara bahan dari kapas akan robek setelah 3.200 kali tarikan. Selain itu, wol juga lebih tahan kusut.

Perusahaan ini menambahkan, meski seseorang memiliki keringat yang tak berbau, tetap saja keringat itu akan menciptakan bau tak enak saat masih berada di kulit dan menjadi tempat berkembang biak bakteri.

Namun, wol mengurangi proses kembang biak bakteri ini karena wol lebih efektif menyerap keringat dan menguapkannya ke udara ketimbang bahan tekstil lainnya.

Wool & Prince membutuhkan waktu enam bulan untuk mengembangkan kemeja unik ini.

"Kami menggunakan wol terbaik yang biasa digunakan untuk industri feseyn mewah. Produk kami akan membuat Anda berfikir ulang sial wol," kata seorang juru bicara perusahaan.

Meski mengklaim kemeja itu tahan dikenakan selama 100 hari, perusahaan ini tidak mengharapkan seseorang benar-benar mengenakan kemeja itu selama 100 hari beturut-turut. Dan, pada satu titik kemeja ini tetap harus dicuci.

Wool & Prince sudah menjual kemeja ini untuk para investor perusahaan dengan harga 63 poundsterling atau sekitar Rp 950 ribu. Sementara harga ecerannya belum diumumkan.

Wool & Prince claim the shirt can be worn for 100 days without being washed or ironed

Wool has a natural crimp and keeps its shape even when stretched and crumpled 

The manufacturers say sweat does not stick to the shirt because its woollen fabric allows moisture to escape easily 

Wool & Prince use a fine wool thread that is more than three times finer than human hair 

This graph shows wool (yellow) is better at absorbing moisture than cotton (red), polyester (blue) and polyacrylic (black) 

                      A Wool & Prince tester wears the shirt for 100 days 
                      A Wool & Prince tester wears the shirt for 100 days  
                      A Wool & Prince tester wears the shirt for 100 days
                     A Wool & Prince tester wears the shirt for 100 days
sumber |   | http://internasional.kompas.com/read/2013/04/30/20540139/Perusahaan.AS.Ciptakan.Kemeja.yang.Tak.Perlu.Dicuci 

Siswa SMP ni Bikin Helm Pencegah Gegar Otak

Di saat anak seusianya senang bermain, Linus Nara Pradhana (14) justru giat bereksperimen. Penemuannya, helm dengan sistem endoterm untuk mencegah gegar otak saat terjadi benturan, menyabet penghargaan nasional sekaligus internasional.

Siswa kelas VIII SMP Kristen Petra 5 Surabaya ini memiliki gagasan out of the box sehingga menghasilkan penemuan sederhana, tetapi sangat bermanfaat. Helm yang diciptakan memiliki sistem pendingin di dalam bantalan untuk mengantisipasi perdarahan di bagian kepala.

”Harapannya, helm ini bisa menjadi alat pertolongan pertama bagi korban kecelakaan sebelum dibawa ke rumah sakit,” kata Nara, demikian ia biasa dipanggil, ketika ditemui di rumahnya di kawasan Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (27/4/2013).

Hasil kreasi Nara ini mengantarnya menjadi finalis Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) akhir Februari lalu. Hak paten temuan ini telah didaftarkan dan akan diproduksi secara massal oleh produsen helm PT Sentral Bahana Ekatama di Surabaya.

Nara membutuhkan waktu lima bulan untuk merealisasikan ide awalnya menjadi helm bernama Cool Impact tersebut. Dengan bantuan ayahnya, Gunawan Siswoyo (54), Nara melakukan penelitian di tiga lokasi, yakni laboratorium SMP Kristen Petra 5, PT Sentral Bahana Ekatama, dan Balai Konsultasi Industri.

Cara kerja

Sistem pendingin helm ini terletak pada serbuk dan cairan kimia yang tercampur di dalam ruang bantalan pelindung saat terjadi benturan. Cairan kimia dikemas dalam plastik yang kekuatannya berbeda dengan plastik bungkus serbuk merah muda serupa garam.

Bahan plastik kemasan cairan kimia lebih mudah pecah dan berukuran kecil sehingga dapat disisipkan ke dalam plastik berbahan lebih kuat berisi serbuk. Jika terjadi benturan, plastik yang lebih kecil akan robek sehingga cairan kimia akan keluar membanjiri plastik berisi serbuk.

Saat cairan dan serbuk kimia bercampur, terjadi reaksi endotermik sehingga suhu di dalam helm yang semula 32,2 derajat celsius dapat turun menjadi 11,5 derajat celsius. Cairan dingin di dalam bantalan helm berfungsi sebagai pengompres kepala.

”Suhu dingin di dalam helm ini hanya bertahan 25 menit. Karena itu, sifatnya hanya sebagai pertolongan pertama,” ujar Nara. Ia tidak bersedia menyebut nama cairan dan serbuk kimia itu karena terikat kontrak dengan PT Sentral Bahana Ekatama.

Cairan dan serbuk dalam plastik dimasukkan ke bantalan helm di tiga sisi, yakni belakang, samping kiri, dan samping kanan. Penemuan bahan kimia itu tidak terlepas dari kontribusi Gunawan yang mengarahkan Nara untuk membaca beberapa literatur kimia.

Nara mengungkapkan, serbuk dan cairan kimia dalam bantalan tersebut hanya dapat berfungsi jika dipasang pada helm yang memenuhi standar keamanan. ”Kalau helmnya lepas atau pecah saat benturan, ya, sistem pendingin tidak berguna,” kata Nara yang bercita-cita menjadi pilot ini.

Nara telah memperhitungkan bahwa kekuatan benturan yang diperkirakan akan membahayakan kepala akan memecahkan plastik berisi cairan kimia. Nara telah menguji coba kekuatan benturan menggunakan semangka yang dimasukkan ke dalam tiga helm berbeda kualitas, kemudian dijatuhkan dari ketinggian 6 meter. Semangka itu diibaratkan kepala manusia.

Hasilnya, di helm pertama yang berkualitas rendah, semangka tidak pecah, tetapi helm pecah. Pada helm kedua dengan bahan memenuhi standar keamanan berkualitas sedang, semangka dan helm sama-sama tidak pecah. Di helm terakhir yang berkualitas tinggi, semangka pecah, tetapi helm tidak pecah.

Pengembangan

Helm pencegah gegar otak ini merupakan pengembangan dari helm berpendingin yang lebih dulu digagas saat Nara duduk di kelas VI SD. Nara berinisiatif menciptakan helm berpendingin karena merasa iba dengan ayahnya yang kerap merasa kepanasan saat menggunakan helm.

Helm berpendingin ini menggunakan gel sodium polyacrylate (biasa ditemukan dalam popok bayi dan pembalut wanita) yang diletakkan di atas tempurung helm dan dapat menampung air 100 mililiter. Adanya air, mampu menurunkan suhu di dalam helm hingga 21 persen.

Berkat helm berpendingin tersebut, Nara meraih medali emas dalam penghargaan International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Bangkok, Thailand, pertengahan 2012.

”Gara-gara helm sebelumnya jadi juara dan dikontrak PT Sentral Bahana Ekatama, Nara jadi senang bereksperimen dengan helm,” kata Gunawan, ayah sekaligus pembimbing penelitian Nara.

Apa yang diraih Nara sejauh ini memang tidak terlepas dari peran Gunawan yang berprofesi sebagai guru elektro dan karya ilmiah di SMP Kristen Petra 3 Surabaya. Sejak menginjak kelas II SD, Nara kerap ikut sang ayah ke laboratorium. Hal ini yang membuat Nara menyenangi eksperimen dan dunia penelitian.

”Ide awal selalu dari Nara. Saya hanya membantu mengarahkan Nara untuk mewujudkan ide-idenya itu,” ujar Gunawan yang mengaku menjadi ikut sibuk sejak anak sulungnya tersebut meraih penghargaan dalam berbagai perlombaan.

 sumber : http://sains.kompas.com/read/2013/05/03/09382787/Inovasi.Baru.Helm.Pencegah.Gegar.Otak 

Sandal Jepit Bekas ini Disulap jadi Boneka yang Lucu

http://bigcendol.blogspot.com/2013/05/sandal-jepit-bekas-ini-disulap-jadi.htmlSandal jepit yang sudah rusak dan tidak terpakai bisa menjadi limbah. Namun Kenya Co. punya cara kreatif untuk menyingkirkan limbah yang masih berguna tersebut. Mereka mengubah sandal jepit bekas yang berwarna-warni menjadi boneka gajah, jerapah, atau yang lainnya.

Ocean Sole, sebuah perusahaan di Kenya membersihkan pantai di bagian timur Afrika yang dipenuhi oleh sampah sandal jepit atau sandal lainnya. Sekitar 45 karyawan di nairobi membuat 100 boneka dari semua sandal jepit yang mereka temukan. Pada tahun 2008, perusahaan ini bahkan mengirimkan boneka jerapah setinggi 18 kaki terbuat dari sandal jepit yang dipamerkan di Roma.

Pemilik perusahaan ini, Julie Curch, menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah membuat orang tertarik dengan benda yang mereka buat. Setelah itu, dia akan berusaha membuat orang-orang itu tertarik dengan alasan atau cerita dibalik karya seni uniknya, seperti dilansir oleh US News (08/05).

Awal mulanya anak-anak di Kenya telah banyak yang menggunakan sandal jepit menjadi perahu mainan. Curch mengetahui hal ini di tahun 1999 ketika dia bekerja sebagai ilmuwan kelautan di WWF dan Kenya Wildlife Service di Kenya. Selain itu Curch juga terdorong dengan pentingnya membersihkan pantai timur dari sampah, terutama sampah sandal jepit.

Pantai timur digunakan penyu untuk bertelur, dan seringkali sampah-sampah tersebut menghalangi anak-anak penyu untuk kembali ke laut. Untuk itulah Curch berusaha menghasilkan karya seni dari sampah yang ada. Usahanya diapresiasi oleh WWF yang memesan 15.000 gantungan kunci dari sampah yang ada.

Meski begitu, Curch tak berusaha mencari untung besar lewat karyanya ini. Dia bahkan pernah mengalami kerugian tahun lalu. Saat ini hasil karya Curch telah dipasarkan hingga Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.
[kun]




sumber | http://www.merdeka.com/gaya/kreatif-sandal-jepit-bekas-disulap-jadi-boneka.html