Selamat datang di BigCendol ya :)

Selamat datang dan selamat membaca :)
Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Foto Ledakan Kuat Matahari 3 Kali Dalam 24 Jam

tiga-ledakan-matahari
Gambar diatas menunjukan tiga ledakan matahari dalam 24 jam dengan detail jam dan tanggal ledakan, namun ledakan X 3.2 sebagai ledakan terdahsyat untuk tahun 2013 sejauh ini, melebihi kekuatan dua flare kelas X yang terjadi sebelumnya dalam periode 24-jam.

Badan antariksa AS telah merilis foto dan video ledakan matahari yang diambil pada tanggal 13-14 Mei 2013, saat terjadi ledakan terlihat mass ejections koroner atau fenomena lain dari matahari. Lihat di situs NASA Three X-class Flares in 24 Hours.

Menurut NASA, Matahari meledak kuat tiga kali dalam 24 jam, dari semua ledakan yang ketiga diklasifikasikan adalah ledakan paling terkuat. Ledakan ketiga ini oleh ilmuan NASA mengasumsikannya sebagai ledakan kelas super X untuk tahun 2013.

Solar flare atau semburan matahari, menurut NASA radiasi semburan terkuat dari matahari tidak dapat melewati atmosfer bumi secara fisik dapat mempengaruhi manusia di tanah, namun - ketika cukup kuat, radiasinya dapat mengpengaruhi GPS dan sinyal komunikasi dan menggangu sinyal radio.
ledakan-matahari-mei-2013
Mengutip dari id.wikipedia. Semburan matahari atau suar matahari (bahasa Inggris: solar flare) adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dapat melepaskan energi sebesar 6 × 1025 joule. Istilah ini juga digunakan untuk fenomena yang mirip di bintang lain.

Semburan matahari memengaruhi semua lapisan atmosfer Matahari (fotosfer, korona dan kromosfer). Kebanyakan semburan terjadi di wilayah aktif disekitar bintik matahari.

Ilmuan Berhasil Sembuhkan Uban Dan Vitiligo

aktor-George-Clooney
Usia tua akrab dengan atribut uban, kemungkinan kelak uban akan hanya tinggal kenangan, sebab ilmuwan Eropa telah menemukan cara untuk mengembalikan warna alami rambut, tanpa perlu pewarna rambut.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan dalam Journal of The FASEB, para peneliti melaporkan bahwa rambut beruban terbentuk karena stres oksidatif, yang terjadi selama akumulasi hidrogen peroksida (cairan bening) dalam akar rambut, yang menyebabkan perubahan dalam warna.

Menurut ilmuan akumulasi hidrogen peroksida bisa dihilangkan dengan tindakan lokal menggunakan teknik katalase atau pseudocatalase. Selain itu, cara ini juga efektif untuk mengobati vitiligo, yaitu penyakit kulit yang ditandai dengan depigmentasi kulit.
Vitiligo
Vitiligo. Penyakit ini, meskipun, pada kenyataannya, memiliki konsekuensi sosio-emosional yang serius bagi pasien dan melalui pengobatan biopsi kulit mereka dapat sembuh dan menjalani hidup normal.

Dalam percobaan, ilmuan melibatkan 2.411 pasien dengan vitiligo dirawat menggunakan teknik pseudocatalase. Pigmen pada kulit dan bulu mata sembuh seperti sediakala alias normal kembali.

Batu Pucat Membuktikan Dulu di Mars Ada Air Tawar

batu di permukaan mars
Batu berwarna pucat di permukaan planet mars mengandung komposisi air
NASA Mars rover Opportunity baru saja mengambil citra di permukaan planet Mars dan menemukan sejumlah besar air tawar yang telah membeku menjadi batu berwarna pucat di atas permukaan tanah liat. 

Penemuan ilmiah menunjukkan bahwa planet itu sebelumnya pernah terdapat banyak air tawar. Sampai saat ini di Mars ditemukan cairan yang komposisi kimianya lebih mirip dengan asam sulfat.

Para peneliti telah mempelajari komposisi batu pucat yang disebut oleh para ilmuwan, yaitu Esperance. Batu ini diketahui terkandung rasio tetap dari aluminium, kalium, kalsium dan natrium, dan besi dalam tanah liat di celah-celah batu itu.

Para peneliti menyimpulkan bahwa "itu adalah air yang Anda bisa minum", - kata Steve Squires. "Hasil ini adalah salah satu penemuan paling penting bagi seluruh misi," ia menambahkan. (marsrovers.jpl.nasa.gov)

Dua Miliar Tahun Dari Sekarang, Matahari Terus Memasak Bumi

matahari
Ilustrasi matahari I foto online.
Dua miliar tahun dari sekarang, Panas Matahari secara terus menerus akan memasak isi Bumi, menyisakan mikroba secara terbatas pada kantong-kantong air di gunung atau gua sebagai korban terakhir, klaim sebuah studi.

Skenario ekstrem ini diusulkan oleh astrobiologis Jack O'Malley-James dari University of St Andrews, Edinburgh.

Ketika Matahari berusia selama semiliar tahun ke depan, itu (matahari) akan menjadi lebih terang dari sekarang, mengurai termostat suhu di Bumi, O'Malley-James menunjukkan dalam model komputer yang dipresentasikan pada pertemuan Inggris Royal Astronomical Society (RAS).

Tingkat penguapan terus meningkat dan reaksi kimia dengan air hujan akan menyebabkan penurunan dramatis dalam tingkat karbon dioksida atmosfer (CO2), di mana tanaman tergantung untuk berfotosintesis. Hewan, pada gilirannya, tergantung pada tanaman.

Selama semilyar tahun yang kedua, lautan akan mengering sepenuhnya, meninggalkan extremophil (bakteri ganas yang tumbuh dilingkungan yang ekstrem), mikroba ini mampu mengatasi kekuatan radiasi ultra-violet dan kian mengganas untuk panas dari matahari, menjadi pewarisi planet ini (bumi).

"Bumi pada masa mendatang akan sangat bersahabat bagi kehidupan (bakteri ganas) pada titik ini," kata O'Malley-James dalam siaran pers RAS.

"Semua makhluk hidup membutuhkan air tawar, sehingga sejumlah mahkluk hidup akan terbatas pada kantong-kantong air, pada ketinggian yang lebih tinggi atau di gua-gua atau bahkan di bawah tanah."
Sebuah planet sekarat akan memiliki suasana nitrogen dengan tanda-tanda di mana hanya akan ada jejak metana yang menunjuk ke kehidupan bakteri yang tersisa.

Ilmuwan: Bulan Terbentuk Karena Ledakan Inti Bumi

bulan
Ilustrasi bulan
Ilmuwan Belanda dan Afrika Selatan telah mengajukan hipotesis baru tentang asal-usul Bulan. Dalam hipotesis ini menyebutkan, bahwa bulan terbentuk dari sebuah batu yang terlempar ke luar angkasa akibat ledakan dari inti bumi (perut bumi). Ledakan inti bumi setara dengan 40 miliar kali bom atom.

Menurut hipotesis ini pada 4,5 miliar tahun lalu Bulan terbentuk dari sebuah batu yang terlempar ke ruang angkasa dekat Bumi setelah itu terbentuklah bulan yang menerangi bumi di setiap malam.

Fakta bahwa komposisi bulan terdiri dari batu yang sama yang membentuk bumi, menjadi dikenal setelah sampel tanah dari satelit planet (bulan) kita dibawa ke bumi oleh astronot Amerika.

Penulis studi baru ini, yaitu Wim Van Westeren percaya bahwa hal itu bisa berkembang dalam skenario yang berbeda.  Menurut dia, bulan bisa muncul karena ledakan inti bumi.

Bukti bahwa Bumi merupakan sebuah reaktor raksasa memang telah ditemukan selama ini. Tapi, para ilmuwan belum yakin bahwa ledakan yang mungkin dihasilkan bisa melempar material ke antariksa dan menghasilkan Bulan.

Sumber : Daily Mail

16 Daftar Material Termahal Di Dunia

Para Peneliti Temukan Spesies Baru Tikus Raksasa Afrika

Peneliti mengklaim telah menemukan spesies tikus tanah baru bertubuh besar atau raksasa. Dilansir Softpedia, Rabu (1/5/2013), seperti yang dilaporkan dalam jurnal Zootaxa, bahwa spesies baru tikus tanah raksasa ini ditemukan di daratan Afrika. Berdasarkan laporan peneliti, hewan mamalia pengerat ini berada di wilayah Zambia, Democratic Republic of Congo dan Angola.

Laporan situs Mongabay menjelaskan, para peneliti kehidupan alam liar mulai menyadari keberadaan tikus tanah besar ini sejak 2002. Kendati demikian, di lebih dari 1 dekade lalu tikus ini tampak jauh lebih kecil ketimbang tikus jenis lainnya.

Para ahli kemudian meyakini bahwa ini merupakan spesies tikus tanah baru melalui beberapa tes pengujian. Spesies ini dikenal oleh para komunitas ilmiah dengan nama Fukomys vandewoestijneae. Spesies baru ini dikenali dengan bentuk tengkorak yang berbeda dengan tikus tanah pada umumnya.

Wikipedia menerangkan, tikus tanah atau mole merupakan anggota mayoritas dari keluarga mamalia Talpidae dengan ordo Soricomorpha. Tikus tanah memiliki badan berbentuk silinder dan tertutup oleh bulu.

Tikus tanah memakan binatang invertebrata yang hidup di bawah tanah. Makanan utama tikus tanah adalah cacing tanah. Air liur tikus jenis ini kabarnya mengandung racun yang dapat melumpuhkan cacing tanah. (fmh)



sumber | http://techno.okezone.com/read/2013/05/01/56/800636/ditemukan-spesies-baru-tikus-raksasa-afrika

Patung Yang Dibuat Melalui Ekstraksi DNA

Seorang mahasiswi di New York, Heather Dewey-Hagborg menciptakan sebuah potret wajah dalam bentuk patung dari DNA-nya. Uniknya, bahan yang digunakan untuk membuat patung wajahnya ini menggunakan campuran permen karet dan puntung rokok.

Ia menganalisa genetik untuk merealisasikan imajinasinya tersebut. Ia berpendapat seringkali manusia tidak menyadari DNA yang ada pada dirinya terbuang bergitu saja melalui beberapa helai rambut yang rontok, puntung rokok dan permen karet.

Dilansir Orange, Jumat (10/5/2013), dari hal kecil itu ia mendapatkan ide untuk menciptakan patung dari DNA-nya sendiri. Kemudian Hagborg mengekstraksi (memisahkan) DNA dari permen karet dan beberapa puntung rokok bekasnya.

"Jadi saya mengekstrak DNA di laboratorium dan kemudian saya memperkuat bagian wajah tertentu dengan teknik yang disebut Polymerase Chain Reaction (PCR)," kata Hagborg.

"Lalu saya memasukkan informasi ke dalam program komputer yang sudah didesain dengan kode untuk setiap sifat genetik dan parameterises (lekukan) model wajah 3D. Selanjutnya, saya menambahkan beberapa sentuhan akhir dalam software 3D dan setelah itu model sudah dapat dicetak menggunakan printer 3D," jelasnya.

heather dewey-hagborg creates 3D portrait sculptures using DNA samples

                   k 

                   k 
                   k 

gum 

 

 



sumber | wowunic.blogspot.com | http://berita.plasa.msn.com/teknologi/okezone/patung-yang-dibuat-melalui-ekstraksi-dna