Selamat datang di BigCendol ya :)

Selamat datang dan selamat membaca :)
Showing posts with label Belanja. Show all posts
Showing posts with label Belanja. Show all posts

Tipe-Tipe Mania Belanja, Anda Masuk Ke Golongan Apa?

Hampir semua wanita gemar berbelanja. Bahkan beberapa diantara mereka ada yang diberi predikat sebagai 'penggila belanja'. Bagaiamana dengan Anda? Kira-kira tipe shopaholic seperti apakah Anda? Yuk, temukan jawabannya di sini, seperti dikutip dari situs Style Caster.


1. The One-Store Shopper
Jika Anda gemar berbelanja berbagai macam fashion item di satu atau dua butik saja, itu menandakan bahwa Anda memiliki tipe pembelanja 'One-Store Shopper'. Anda hanya akan selalu setia dengan dua merek atau toko-toko tertentu saja, dan merasa betah berlama-lama di dalam butiknya.



2. Bargain-Hunter
Apakah Anda lebih senang berbelanja di Pasar Tanah Abang atau ITC untuk mendapatkan busana yang sesuai keinginan dengan harga yang terjangkau? Nah, itu menunjukkan bahwa Anda adalah sosok 'Bargain-Hunter'. Anda lebih senang berbelanja sambil melakukan tawar menawar harga kepada si penjual, untuk mendapatkan harga terbaik. Tipe pembelanja seperti ini juga gemar berburu diskon di department store, meskipun produk yang dibeli belum tentu dibutuhkan.



3. The Buying-Things-Without-Trying-Them-On Shopper
Tipe pembelanja ini yang seringkali malas menunggu antrean fitting room dan memutuskan untuk langsung membeli barang tanpa mencobanya terlebih dahulu. Tanpa ragu, mereka pun memilih menggunakan kartu kredit untuk membayar barang yang terbilang mahal dan tidak merasa sayang karena harus memiliki hutang dalam waktu lama. Karena hal tersebut, lemari pakaian pun telah dipenuhi busana yang tidak terpakai. Meskipun pas di badan, baju-baju itu seperti tidak layak dipakai. Entah itu karena terlalu sempit di bagian ketiak, atau bajunya terlalu pendek, sehingga terasa tidak nyaman.



4. Online Shopper
Apabila Anda lebih memilih berbelanja secara online, itu menandakan Anda seorang 'Online Shopper'. Anda juga semakin yakin bahwa kebanyakan online store bisa diandalkan, sehingga lebih merasa nyaman jika berbelanja secara online. Selain karena menghemat waktu dan uang, juga tidak merepotkan Anda untuk pergi ke mal.


Ada beberapa tipe online shopper, diantaranya yaitu orang yang malas berbelanja dan berurusan dengan penjual di toko, orang yang 'korban' iklan (karena melihat iklan langsung tertarik berbelanja), dan orang yang ingin membeli barang-barang unik yang hanya tersedia di toko-toko online.


5. The Thrift Shopper
Jika Anda lebih suka membeli pakaian bekas yang berkualitas dengan harga murah, itu menandakan bahwa Anda tipe 'Thrift Shopper'. Entah itu pakaian, tas, sepatu, atau perabotan dan alat-alat rumah tangga yang bekas akan Anda beli.



6. The Emotional Shopper
Tipe pembelanja yang emosional akan menganggap aktivitas berbelanja mampu mengusir stres dan jenuh dengan cepat. Hal tersebut yang juga dapat membuat mereka bangkrut seketika. Mereka merasa langsung ingin ke mal dan pulang membawa baju atau sepatu baru, ketika sesuatu yang buruk terjadi pada mereka, entah itu karena banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan, atau karena baru putus dengan kekasih. Untuk mengatasi semua masalah itu, mereka merasa berbelanja adalah salah satu jalan keluarnya.


Lantas, bagaimana dengan Anda? Tipe pembelanja yang seperti apa? Apakah Anda hanya termasuk dalam satu kategori, atau malah gabungan dari beberapa kategori?

6 Cara Mengetahui Asli Tidaknya Tas Bermerk

Fashion merupakan industri yang rawan penjiplakan. Maka, di sejumlah negara, jual beli barang fashion palsu sudah tergolong perbuatan kriminal.

Maraknya penjualan busana, alas kaki, tas dan barang tiruan telah meresahkan para disainer, terutama yang menjual secara online. Di AS, lonjakan penjualan barang palsu bermerek lewat online mencapai 42 persen pada 2010. Dan pertumbuhannya diperkirakan akan semakin tinggi.

Pembajakan dan pemalsuan barang umumnya pada merek-merek ternama seperti Chanel, Louis Vitton dan Tiffany. Akibat pemalsuan, produsen fashion ini pernah mengugat sejumlah pihak yang menjual barang palsu sebagai merek mereka secara online.

Angie Houston, pendiri MyPoupette.com, sebuah website yang menawarkan layanan tas disainer dan barang bermerek lainnya selama belasan tahun menyebut semakin sulit membedakan mana barang asli dan palsu. Namun tetap saja ada beberapa kelemahan barang bermerek ‘aspal’. “Tidak ada tas yang benar-benar dapat meniru aslinya,” katanya  seperti dikutip Shine.

Menurutnya ada beberapa hal yang dapat dieksplorasi untuk menentukan sebuah tas adalah tas asli buatan disainer atau tidak. Berikut enam diantaranya:


1. Perangkat keras
Ritsleting, jepit dan dan penutup, semua harus memiliki warna yang sama, kecuali tas buatan Chloe, yang sering membuat penggunaan pelengkap berwarna campuran. Pastikan ritsleting membuka dan menutup dengan lancar.



2. Jahitan, bentuk dan simetri
Tas bermerek umumnya tidak dilem, kecuali mungkin dompet. Tas asli Louis Vuitton biasanya menggunakan kanvas monogram, dan simbol biasanya dijahit seperti cermin pada sisi kanan dan kiri. Gucci dan Fendi juga mulai melakukan hal yang sama sejak diambil alih oleh LVMH. Pastikan tas yang Anda lihat memiliki pola dan bentuk yang sama seperti gambar rancangan disainernya.



3.Tulisan dan logo
Tulisan logo dalam ejaan yang benar, setiap ukiran atau tulisan timbul (emboss) harus terlihat rapi dan akurat. Buku instruksi tidak memiliki salah eja atau difotokopi.



4. Aroma kulit
Tas dari kulit asli harus memiliki aroma kulit, bukan lem, karet atau bahan kimia.



5. Harga 
Berhati-hatilah saat melihat harga tas. Jika tas asli bermerek biasanya Rp7-10 jutaan namun seseorang menawarkan dengan harga lebih murah, tas yang Anda beli bisa dipastikan palsu.



6. Jauhi website ‘penjual tas disainer’
Banyak produsen tas yang memiliki outlet dan toko online sendiri. Jika Anda melihat sebuah website yang tidak dijalankan bukan oleh produsen itu sendiri, berharga sangat mahal dan dapat membeli beberapa buah sekaligus, berhati-hatilah. (rvtc/td)


5 Barang Paling Banyak dibeli Orang Indonesia

Taukah kamu barang apa saja yang paling banyak dibeli oleh orang Indonesia ? Ditengah kerisis ekonomi dunia ternyata tingkat konsumsi dan belanja orang Indonesia masih tinggi kebanyakan barang yang  dibeli adalah berupa makanan. Nah berikut ini adalah beberapa barang yang paling banyak dibeli oleh orang Indonesia kamu mau tahu barang apa aja itu simak 5 Barang Paling Banyak dibeli Orang Indonesia seperti hasil survei Credit Suisse yang dikutip dari situs meredeka.com berikut ini.

1. Mi instan
Tak ada hari tanpa mi instan dalam kehidupan warga Indonesia. Tak heran bila survei Credit Suisse menghasilkan data yang mencengangkan. Sebanyak 95 persen dari seluruh responden mengaku membeli mi instan.

Konsumsi yang kuat ini telah mendorong pertumbuhan laba Indofood naik 8,9 persen per kuartal ketiga tahun kemarin. Hingga September lalu, Indofood CBP Sukses Makmur telah membukukan laba sebesar Rp 1,7 triliun.

2. Air mineral
Kegemaran masyarakat Indonesia akan air mineral memang membludak. Tak sedikit orang memilih untuk mengonsumsi air mineral yang dikemas dalam botol dari pada air keran yang direbus.

Menurut survei Credit Suisse tersebut, sebanyak 90 responden mengaku membeli air putih dalam kemasan botol.?

Hal ini juga yang membuat produsen botol minuman kemasan Aqua, PT Tirta Investama mencatatkan kenaikan volume konsumsi air putih dalam kemasan 10,6 persen sepanjang tahun lalu.

3. Minuman bersoda
Minuman bersoda juga menjadi barang yang paling banyak dibeli oleh konsumen Indonesia. Dalam survei tersebut, 70 persen responden mengaku membeli minuman bersoda.

Konsumen yang luar biasa ini juga mendorong laba Coca Cola Amatil Indonesia naik 5,6 persen selama semester satu tahun lalu. Perusahaan asal Amerika Serikat itu mencatat perolehan laba USD 247,1 juta (Rp 2,4 triliun).

4. Produk susu
Produk susu menempati peringkat keempat dengan persentase konsumsi mencapai 66 persen dari total responden. Hal ini juga yang membuat perusahaan pengemasan minuman, salah satunya adalah produk susu Ultra Milk, PT Ultrajaya Milk Industry meraup laba Rp 174,77 miliar selama tahun lalu. Angka itu naik sekitar 70 persen dari laba tahun 2011 yang sebesar Rp 101,32 miliar.

5. Rokok
Alokasi belanja kelima adalah rokok. Menurut survei tersebut, 47 persen dari responden mengaku berbelanja rokok.?

Hal tersebut sudah tidak mengherankan. Pasalnya, menurut Kementerian Kesehatan, masyarakat miskin Indonesia menghabiskan Rp 102.956 per bulan hanya untuk rokok. Alokasi belanja tersebut mencapai 11,91 persen dari total belanja masyarakat Indonesia.

Nah itulah beberapa barang yang paling banyak dibeli oleh orang Indonesia kira kira kamu suka beli apa ?